waktu
"KETAJAMAN WAKTU"
والعصر ان الانسا ن لفي خسر
“Demi
massa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.”
(QS Al-Ash:12)
والليل اذا يغشى والنها ر اذا تجلى
“Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila
terang benderang.”(QS. Al-Lail:1-2)
والضحى والليل اذا سجى
“Demi
waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi (gelap)”.
(QS. Ad-Dhuha:1-2)
Dalam Al-Qur’an, masih banyak ayat yang menjelaskan mengenai waktu.
Waktu adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Salah satu
nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada para hambaNya adalah ditundukannya
malam dan siang. Apabila kita mampu mensyukurinya, maka Allah akan menambah
nikmat kepada kita. Namun sebaliknya, apabila kita menyia-nyiakan nikmat Allah,
maka semua nikmat itu akan dicabut oleh-Nya.
Salah satu penyebab mengapa kita sering tidak bisa memanfaatkan
waktu karena sering kali kita terjebak dalam permainan para pencuri waktu.
Sadar atau tidak, para pencuri waktu sebenarnya adalah hal-hal yang sering kita
temui dalam kehidupan sehari-hari.
Tahukah anda siapakah para pencuri waktu?? Para pencuri waktu
adalah kegiatan-kegiatan yang menguras banyak waktu tanpa ada hasil yang
berarti.
Pencuri waktu yang pertama adalah aktivitas yang
tidak terencana. Aktivitas yang tidak terencana hanya akan menghabiskan waktu
kita saja. Orang yang tidak memiliki rencana dalam aktivitasnya sama hal nya
dengan dia melakukan sesuatu tanpa ada tujuannya, dan pada akhirnya kita akan
membuang waktu secara percuma.
Kedua, tidak membagi pekerjaan kepada orang lain. “Jika suatu pekerjaan
dapat dilakukan secara bersama, mengapa harus dikerjakan sendirian?”.
Dengan membagi pekerjaan kepada orang lain, maka akan mengurangi beban kita,
juga tidak akan menghabiskan banyak waktu. Dalam buku al-Ahkam Sulthaniyah
menjelaskan bahwa seorang Pemimpin Negara diperbolehkan mengangkat menteri
untuk membantu melaksanakan tugas kenegaraan.
Ketiga, kedatangan orang tanpa diundang. Artinya orang yang berkunjung
tanpa membuat janji terlebih dahulu. Hal seperti ini sering terjadi dalam
kehidupan sehari-hari, seperti tidak bisa dihindarkan. Secara tidak langsung,
kedatangan seseorang yang tanpa diundang akan merubah rencana kita. Kalau dia
datang dan singgah sebentar mungkin saja tidak menjadi masalah, namun jika dia
datang dan singgah berjam-jam, tentu waktu kita akan banyak terbuang. Maka dari
itu siasati keadaan seperti ini dengan melakukan pekerjaan yang bisa dikerjakan
sambil menerima tamu, seperi merapikan buku dan membersihkan rak sepatu.
Keempat, mengobrol. Salah satu tantangan bagi seseorang yang ingin menjaga
waktunya adalah adanya orang-orang yang tidak menghargai waktu, seperti teman
kuliah, rekan kerja, tetangga, kerabat bahkan keluarga. Terkadang kita keasikan
mengobrol hingga lupa waktu.
Kelima, rapat dan pertemuan yang tidak efektif. Rapat adalah suatu kegiatan
yang sering dilakukan dalam suatu organisasi atau lembaga. Namun jika rapat
dilakukan tanpa ada rencana kegiatan yang matang, maka bersiaplah karena waktu
anda akan terbuang di sana. Pertemuan yang singkat namun jelas lebih baik, dari
pada pertemuan yang lama namun tidak fokus.
Keenam, menonton TV dan bermain HP. Terkadang hal kecil seperti ini dapat
menghabiskan banyak waktu. Sebabnya sangat sederhana karena “keenakan” hingga
“kelupaan” akhirnya waktu anda banyak terbuang untuk hal-hal yang kurang
penting.
Pencuri waktu yang lain adalah sering menunda pekerjaan yang tidak
beralasan. Sering kali kita melakukan penundaan terhadap pekerjaan kecil, yang
akhirnya pekerjaan-pekerjaan kecil menggunung.
Sudah sepantasnya,
kita sebagai manusia harus bisa membagi waktu, hindari para pencuri waktu agar
waktu kita tidak terbuang dengan sia-sia. Benar adanya jika waktu diibaratkan
dengan pedang, karena jika kita mampu memanage waktu dengan baik, maka
waktu yang akan menghantarkan kita sampai ke arah kesuksesan. Namun sebaliknya
jika jika tidak mampu memanage waktu dengan baik, maka bersiaplah karena waktu
akan melukai bahkan membunuh kita.
Ingatlah empat
unsur kekuatan dalam diri manusia, jika kita mampu memanfaatkan dengan baik,
niscaya kita akan memperoleh keberhasilan di dunia dan di akhirat. Yaitu:
Kesempatan (Waktu), Kesehatan, Harta dan Ilmu.
“Tidaklah kedua
kaki seorang hamba itu melangkah sebelum ditanya tentang empat hal: tentang umur,
untuk apa dihabiskan?. Tentang (kesehatan) fisik, untuk dipergunakan?. Tentang
harta, dari mana diperoleh? dan untuk apa dibelanjakan? Dan tentang ilmu,
apakah sudah diamalkan?. (HR.Tirmidzi)

Posting Komentar