PUISI HAKIKAT CINTA
HAKIKAT CINTA
Ada kalanya mengungkapkan cinta tidak serta merta menjadi
kebahagiaan,
Mungkin ada cinta yang di takdirkan untuk di pendam saja
Boleh jadi cinta, yang berlebih kepada makhluk Nya, menjadikan kita
lalai kepada Sang Pemberi Cinta
Mengurangi pahala dan memperbanyak dosa
Cinta adalah fitrah setiap manusia
Setiap manusia juga berhak untuk mencintai dan dicintai
Namun cinta itu tak perlu berlebihan,
tak perlu diungkapkan, tak perlu menaruh harapan agar tidak
dikecewakan
dan, tak perlu meminta teman untuk mendengarkan
Karena sejatinya pendengar yang paling baik adalah Dia Dzat Yang
Maha Mendengar, Yaitu Sang Illahi Rabbi
Serta cinta itu tak perlu diungkapkan dengan praktik “pacaran”
Cukup simpan di dalam hati, sertakan dia dalam setiap sujudmu,
Balutlah dia dalam setiap untaian do’amu,
dan ungkapkan melalui rasa keikhlasan serta kesederhanaan
biarkan cinta itu tumbuh menjadi tameng keimanan, menjadi pembatas
dan penahan diri agar terhindar dari dosa
mungkin rasa cinta adalah ujian, agar kita tahu mana rasa cinta
yang lebih dominan? Kepada dunia, manusia, atau kepada Dzat Yang Maha Pemberi
Cinta
Karena sejatinya cinta yang kekal dan tak akan membuat kita sakit
karena dikecewakan adalah cinta kepada Sang Illahi Rabbi
Jangan dekati makhlukNya sebelum kau dekati PenciptaNya
Kuatkan do’a dan usaha karena cinta tanpa ada keterlibatanNya akan
berujung pada kekecewaan,
Serahkan semua pada Nya, biarkan Dia yang menentukan,
Setiap insan boleh berskenario, namun percayalah skenario yang
paling baik adalah yang ditulis dari Nya
Dalam kata lain, “manusia boleh berencana tetapi ingat Allah yang
menentukan”
Segala sesuatu atas kehendakNya,
Simpan rasa cintamu, biarkan rasa itu terjaga hingga kau temukan
jawaban atas do’a dan usaha yang kau lakukan, hingga bahagia pada waktunya...

Posting Komentar